Saptosari (23/03) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat, dengan tema “Mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang berkarakter kebangsaaan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia’.
Sosialisasi yang dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Perangkat Kalurahan, Lembaga Kalurahan, Generasi Muda dibuka dengan ucapan Selamat datang dari Lurah Monggol, Saptosari Lasiyo, mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul yang telah memberikan Sosialisasi pada Masyarakat, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat kami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengertian, pemahaman dan persepsi yang tepat tentang persatuan dan kesatuan antar sesama. Dalam pengembangan Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Gunungkidul telah terbentuk PPWK (Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan) dengan Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 53/KPTS/2020 demikian Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul Yuda Haryanto, menjelaskan.
Hal lain disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Wiwik Widiastuti bahwa kedudukan DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI, imbuhnya.
Terkait dengan pancasila dijelaskan oleh Suharno Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, bahwa konsep Pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah Pancasila ditempatkan sebagai kerangka berfikir yang obyektif rasional dalam membangun kepribadian bangsa.
“Pancasila sebagai landasan pembangunan, perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan bangsa akibat dari pembangunan harus semakin menempatkan nilai-nilai pancasila yang dapat dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “Jelasnya.
“Pancasila merupakan arah pembangunan nasional. Proses pembangunan tidak lepas dari kontrol nilai-nilai pancasila, tutupnya.(hand).